Jumat, 31 Oktober 2014

Rindu Tanda Cinta

 
Assalamu alaikum.
*Semua yang kau rindu, tak perlu kau cari ...*



 *Mereka telah ada dalam hatimu,cieee (setia menanti) sampai mati ...* Sahabatku, kerinduan merupakan salah satu unsur dari cinta dan kasih sayang. Sebab, mustahil ada cinta tanpa kerinduan. 
Merindukan berarti mencintai dalam wujudnya yang paling lembut, paling halus, dan paling menyentuh. Ketahuilah, kerinduan datang saat tangan – tangan cinta menyentuh jiwamu, mengusap ragamu, membelai hatimu, lalu mengangkasakan keinginanmu.
Saat itu, dirimu seolah dipenuhi oleh dirinya, sampai hasratmu untuk segera menemuinya begitu kuat sehingga jika tidak terpenuhi, maka engkau akan merasakan dirimu belum utuh dan hari – hari hidupmu belumlah lengkap.
 Sahabatku, bila engkau merindukan seseorang, maka sesungguhnya dia juga merindukanmu. Semakin sering engkau merindukannya, maka semakin sering pula dia merindukanmu. Semakin kuat keinginanmu untuk menemuinya, maka semakin kuat pula keinginannya untuk menemuimu. Bila waktu belum mempertemukan kalian, maka ruanglah yang akan mempersatukan kalian.
 Ya, kalian akan dipersatukan dalam dunia ilusi, dunia imajinasi, dunia mimpi. Ketahuilah, ada jalan dan pintu tersembunyi yang menghubungkan antara hati dengan hati. Cinta akan mengantarkan kerinduanmu berjalan; dalam dimensi yang tidak mengenal malam atau pagi dan lebih cepat dari hitungan detik maupun hari.
kemudian Cinta akan memberimu kunci, dan membiarkan kerinduanmu untuk membuka pintu hati hingga tanpa disadari, dia yang kau rindukan akan merasakan getaran kerinduanmu di dalam hatinya. Getaran itupun akan berjalan ke sel-sel tubuhnya, menyelimuti seluruh jiwa raganya, kemudian menggerakkannya untuk segera menemuimu.
Sahabatku, berjuanglah, bersabarlah, bergembiralah, bersiaplah, bila engkau sedang dilanda rindu. Sebagaimana orang sakit memerlukan obat, maka engkau pun memerlukan obat. Ketahuilah, tidak ada obat yang paling mujarab bagi mereka yang dilanda rindu kecuali bertemu dengan yang dirindukannya.
 Berjuanglah untuk menemuinya, meski jalan yang harus engkau lalui penuh duri, berlumuran darah, dan menahan perih berhari – hari. Bersabarlah dalam perjalanan, sebab kesabaran akan memperkokoh langkahmu dan memperkuat dirimu dalam penantian ini.
Bergembiralah bila kalian dipersatukan oleh takdir, namun janganlah memaksakan penyatuan itu. Boleh jadi dia yang kau kira baik ternyata jelek bagimu, dan bisa jadi pula dia yang kau kira jelek ternyata baik bagimu, karena sesungguhnya takdir telah memilihkan yang terbaik untukmu lalu menyatukan kalian dalam taman – taman keabadian.
 Bersiaplah untuk berpisah ketika rindu itu telah tiada, dan janganlah mengeluh dengan berkata, "Mengapa kita bertemu untuk berpisah ?" Sesungguhnya kalian tidak pernah bertemu maupun berpisah, karena kalian itu satu. Satu hati, satu jiwa. Renungkanlah, pertemuan dan perpisahan hanyalah mungkin bagi semua yang berjumlah dua atau lebih.
Sahabatku, di ujung jalan kerinduan terdapat dua cabang. Satu cabang menuju perpisahan, satu cabang menuju penyatuan. Engkau bebas memilih, namun tak bisa menentukan. Mungkin cabang menuju penyatuan yang telah engkau pilih ternyata cabang menuju perpisahan, atau sebaliknya.
Ya, engkau hanya boleh memilih, namun tak berhak menentukan. Ketahuilah, segalanya diciptakan berpasangan, semua sudah ditentukan. Termasuk dirimu, jauh sebelum engkau dilahirkan. Jika engkau tak bisa bersatu atau bertemu dengan yang engkau rindu, itu berarti dia dicipta bukan untukmu.
 Jika keyakinan dan keimananmu terhadap takdir telah begitu tinggi dan begitu kuat, maka engkau akan mengerti sekaligus memahami, bahwa sesungguhnya tidak ada lagi kemungkinan atau pilihan dalam hidup dan kehidupan ini, yang ada hanya kepastian. Apa yang terlihat sebagai kemungkinan atau pilihan di mata insan, terlihat sebagai kepastian di mata Tuhan, maka apakah engkau tidak memikirkan? Sahabatku, untuk mengerti rahasia dan misteri kerinduan, keluarlah dari wilayah ilmu pengetahuan, dan jangan pergunakan akal.
Sebab, kerinduan berada di luar ilmu pengetahuan, dan di luar jangkauan akal. Kerinduan berada di wilayah rahasia. Ketahuilah, semua yang berada di wilayah rahasia  hanyalah dapat dimengerti dengan hati nurani dan dipahami dengan jiwa. Bagaimanapun, rahasia dan misteri kerinduan takkan pernah dapat diungkap seluruhnya dan seutuhnya, takkan pernah habis digali dan dikaji, sampai kehidupan berakhir dan sejarah manusia berhenti. *Mustahil ada cinta tanpa kerinduan. * 
oleh sebab itu jangan pernah menyalahkan orang yang selalu merindukanmu. karena merekalah orang yang benar-benar menyayangimu. hehe
thanks and don't forget your commend........

0 komentar:

Posting Komentar